Polda Sumut Tangkap Pelaku RD Modus Penipuan Rekrutmen PDAM Tirtanadi, Raup Miliaran Rupiah

Polda Sumut Tangkap Pelaku RD Modus Penipuan Rekrutmen PDAM Tirtanadi, Raup Miliaran Rupiah
Polda Sumut Tangkap Pelaku RD Modus Penipuan Rekrutmen PDAM Tirtanadi, Raup Miliaran Rupiah • red

Selecta News, Sumut- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Subdit III Jatanras Polda Sumut.

Ditangkapnya pelaku berinisial RD karena terlibat melakukan penipuan dengan modus menjanjikan korban menjadi pegawai PDAM Tirtanadi. Dari hasil perbuatannya, pelaku RD meraup keuntungan mencapai miliaran rupiah.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, S.IK MH menjelaskan, pelaku RD yang merupakan pecatan pegawai PDAM Tirtanadi Medan, ditangkap atas laporan korban berinisial RH.

Modus tersangka warga Jalan Pahlawan Gg Perwira No.41-A Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, Sum. Utara.

Dari keterangan yang dihimpun, cara pelaku
dengan membujuk secara meyakinkan, lalu menjanjikan para korban bahwa dirinya dapat memasukkan para korban maupun pihak keluarga calon dijanjikan menjadi pegawai PDAM Tirtanadi Medan dan PDAM Tirtabina Asahan.

Penipuan Rekrutmen PDAM Tirtanadi, Raup Miliaran Rupiah

"Tersangka membujuk dan menjanjikan korban yang korbannya bisa menjadi pegawai PDAM dengan syarat para korban harus menyerahkan uang biaya pengurusan," kata Hadi Wahyudi, Kamis, 16 Juni 2022.

Sambungnya, korban dijanjikan menjadi pegawai PDAM ada delapan orang yang akan menggantikan pegawai yang meninggal dunia yang terpapar Covid 19, maupun yang menjalani masa pensiun."Korban yang sudah kita mintai keterangan sebanyak delapan orang.

Ada kemungkinan korbannya bertambah
itu terus didalami oleh penyidik,' sebutnya Hadi menambahkan, saat ini para korban mengalami kerugian bervariasi.

"Untuk korban RH mengalami kerugian sebesar Rp 74 juta, kemudian kerugian korban YH sebesar Rp 162 juta, AES sebesar Rp 150 juta, NT sebesar Rp 150 juta, AMS sebesar Rp 150 juta, RAMAH sebesar Rp 150 juta, EF sebesar Rp 65 juta, korban SS kerugian sebesar Rp 200 juta, sebutnya total dari keseluruhan uang yang diserahkan para korban sebesar Rp 1.101.000.000,-

"Tersangka telah mengakui menerima uang dari dua orang korban lainnya dengan modus operandi yang sama dengan tersangka lain meminta uang dari korban LI sebesar Rp.150.000.000, -dari korban GU sebesar Rp. 75.000.000,- jadi total dari keseluruhan. korban mencapai Rp. 1.326.000.000,-ungkap mantan Kapolres Biak Numfor, Papua itu.

Hadi menuturkan, uang hasil kejahatan tersebut, telah dipakai tersangka untuk keperluan pribadi atau biaya hidup. "Sebagian dipergunakan tersangka untuk membayar hutangnya.

Polda Sumut juga mengimbau jika ada korban lain dalam kasus yang sama segera melapor dan kepolisian siap menerima pengaduan masyarakat dan kami masih mengembangkan kasus ini apakah ada rentetan dengan pelaku pelaku lainnya," tandas Hadi.(shaf/zie-red)

Barrier Gate

Berita Terkait