Polresta Tanjung Pinang Ungkap, Peredaran Narkoba Dengan Kerjasama Oknum Lapas Kelas II A

Polresta Tanjung Pinang Ungkap, Peredaran Narkoba Dengan Kerjasama Oknum Lapas Kelas II A
Polresta Tanjung Pinang Ungkap, Peredaran Narkoba Dengan Kerjasama Oknum Lapas Kelas II A • red

Selecta News,Tanjung Pinang- Lemahnya tindakan hukum di negeri ini dan terbukti dimana- mana peredaran narkoba terus berkembang dan tak sedikit yang terjebak dan terjerumus disana.

Seperti, peredaran narkoba masih saja ada sekitar kita. Bahkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) bisa juga dikendalikan sebagai ruang peredaran narkoba.

Polres Tanjung Pinang mengungkap dan langsung menggelar pers release, Selasa 24 Mei lalu, yang dipimpin AKBP Heribertus Ompungsunggu.

Dengan begitu, pihak Polri hadirkan kelima pengedar narkotika jenis sabu telah diamankan Polresta Tanjung Pinang. Peredarannya dikendalikan dari dalam Lapas kelas II Tanjung Pinang.

Identitas para tersangka TA, MS, TN, DP dan F (Napi Lapas).

"Berdasarkan informasi dihimpun ada seorang wanita berinisial TA yang diamankan Satres Narkoba bersama dua orang lainnya inisial T dan MS.

Dengan barang bukti 219,75 gram. Dari hasil pengembangan diperoleh tersangka lainnya berinisial DP yang diamankan dari jalan DI Panjaitan sama barang bukti sabu sebanyak 500 gram," terang pihak Kepolisian Tanjung Pinang.

Diakui pelaku peredaran tersebut bawa perintah dari seorang napi di lapas kelas II A Tanjung Pinang inisial F, "Setelah ada kerjasama dengan pihak Lapas, didapati barang bukti sebuah HP yang ada di kamar Napi yang dimaksud," tegasnya.

Para tersangka modus yang digunakan berkomunikasi melalui pesan WhatsApp dan mengirimkan peta atau lokasi tempat sabu diletakkan," sebut Kapolres Tanjung Pinang.

Tersangka F yang masih menjalani hukuman di Lapas kelas II A Tanjung Pinang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu.

Dalam pers release tersebut, dijelaskan tersangka TA telah menjalin hubungan kerjasama dengan oknum Napi sejak awal Tahun 2022. Ada iming-iming mendapat bagian senilai Rp.10.Jt dari hasil penjualan narkoba.

"Tindakan pidana dari perbuatan para tersangka terjerat hukuman penjara paling singkat 6 tahun

dan maksimal 20 tahun atau pidana mati," pungkasnya.(us/shaf-red)

Barrier Gate

Berita Terkait