Tersangka Pembunuh, Sempat Takziah ke Rumah Korban Usai Membunuh

Tersangka Pembunuh,  Sempat Takziah ke Rumah Korban Usai Membunuh
Tersangka Pembunuh, Sempat Takziah ke Rumah Korban Usai Membunuh • red

Selecta News, Surabaya- Jadi tersangka setelah membunuh Bagus Prasetya Lazuardi (26) Tersangka Ziath Ibrahim Bal Biyd (38), adalah ayah tiri TS, kekasih korban.

Anehnya, tersangka usai membunuh lalu mencoba bersikap biasa saja dan tidak ada merasa bersalah sedikitpun. Bahkan ia sempat datang ke rumah korban untuk takziah.

Kasubdit III Jatanras Polda Jawa Timur (Jatim) AKBP Lintar Mahardono ketika ditemui awak media mengakui informasi, jika tersangka sempat takziah ke rumah korban.

"Ya, benar," ucap AKBP Lintar Mahardono dengan awak media, di Polda Jatim, Senin 18 April 2022.

Sambung Lintar, bahwa tersangka menghabisi nyawa korban di dalam mobil dengan cara di bekap, lalu dadanya ditekan dengan lutut.

Awalnya, pertama korban di ajak keluar untuk nongkrong, lalu mencari lokasi kemudian melakukan eksekusi (dibunuh), di bekap (kepala ditutupi plastik," ungkap Lintar.

" Saat dalam mobil, pintar menjelaskan, bahwa tersangka yang mengemudikan mobil, dan korban berada diposisi kiri. Sebelum dibunuh, tersangka sempat mengancam menggunakan pistol mainan.

Ketika itu korban yang berada dibagian kiri dia di ajak ngobrol, dalam ancaman akan
dihabisi," lanjut Lintar.

Lintar menambahkan, tersangka setelah membunuh korban, sempat berkeliling mencari lokasi untuk membuang jenazah korban.

Sedangkan jarak waktu bunuh korban dan membuang jenazahnya yakni, sekitar 22 Jam. Korban dibunuh pada 7 April sekitar pukul 22.00 Wib, kemudian dibuang pada 8 April sekitar pukul 08.00 Wib di daerah Purwodadi, Pasuruan Jawa Timur.

Anehnya, membawa jenazah berputar-putar
ke daerah lain, untuk mencari lokasi pembuangan," ujarnya.

Selain ada beberapa barang bukti yang kita amankan berupa, pisau, pistol mainan dan juga martil. Barang bukti sudah disita oleh petugas.

"Pistol mainan, untuk mengancam korban, sebelum membunuh korban, dan barang bukti pisau digunakan untuk mencongkel plat Nomor mobil untuk menghilangkan bukti, bahwa plat nomor dan STNK-nya. Sedangkan palu atau martil digunakan sebagai. memecah handphone milik korban sebelum handphone korban dibuang," tutup AKBP Lintar (iwd/leo.s/shaf-red)

Barrier Gate