Kolonel Inf Priyanto di Sel Tahanan Pomdam Merdeka, Tampak Menyesal dan Fotonya Beredar Dipublik

Kolonel Inf Priyanto di Sel Tahanan Pomdam Merdeka, Tampak Menyesal dan Fotonya Beredar Dipublik
Kolonel Inf Priyanto di Sel Tahanan Pomdam Merdeka, Tampak Menyesal dan Fotonya Beredar Dipublik • red

Selecta News, Jakarta- "Sungguh tidak terpuji seorang perwira tindakannya semacam tidak manusiawi. Sudah menabrak tidak mau disalahi, malahan membuangnya kedua pasang remaja sejoli itu ke sungai, niatnya untuk menghilangkan jejak.

Mereka tidak terpikirkan, seperti apa kata pepatah, kalau kita menuai padi pasti hasilnya padi. Lalu, kata orang tua yang berbau itu sudah pasti diketahui orang,"kata orang yang sudah banyak pengalaman dalam menggali ilmu dunia.

Ini fakta baru mulai terkuak dari awal menabrak hingga soal pembuangan mayat sejoli Hendi Saputra dan Salsabila oleh, tiga oknum TNI-AD.
Teranyar, Kolonel Inf Priyanto yang kuat dugaan memutuskan dan langsung memerintahkan untuk membuang kedua jasad mereka ke Sungai Serayu.

Peran Kolonel Inf Priyanto, akhirnya terungkap dari pengakuan Kopda Andreas Dwi Atmoko.
Sementara dari hasil penyelidikan diketahui
tragedi itu terjadi pada Rabu, 8 Desember.2021,sekira pukul 16.30 Wib di daerah Limbangan Nagrek, Jawa Barat.

Ketika itu ketiga aparat TNI AD terdiri Kolonel Inf Priyanto bersama Kopda Andreas Dwi Atmoko dan Koptu A Sholeh mengenderai mobil Isuzu Panther warna hitam dari Bandung menuju Yogyakarta. Awalnya, Kolonel Priyanto mengikuti rapat di Mapusziad.

Dalam perjalanan diketahui Kopda Andreas dibelakang pengemudi.Saat itu, daerah Limbangan secara mendadak muncul sepeda motor Satria yang dikenderai korban sejoli itu dari arah berlawanan, diketahui tanpa mengenakan helm.

"Sebelumnya motor menabrak bagian belakang kenderaan truck (tidak diketahui identitasnya), yang mengakibatkan korban terpental di aspal jalan sehingga masuk dibawah kolong mobil Panther," menurut Kopda Andreas, dari keterangan resmi TNI, yang diperoleh wartawan), Minggu (26/12/2021) semalam.

Kolonel Inf Priyanto, Kasi Intel Komando Resort Militer 133/Nani Wartabone, Kodam XIII/Merdeka, awalnya ditahan Detasemen Polisi Militer (Denpom) XIII/ Merdeka, karena terindikasi tewasnya kedua sejoli Hendi Saputra dan Salsabila.

Penanganan kasus yang melibatkan Kolonel Inf Priyanto, dilimpahkan dari Polisi Militer Kodam (Pomdam) XIII/Merdeka ke Pomdam III/Siliwangi, sebab TKP kasus tabrak lari dalam wilayah hukum Kodam III/Siliwangi, di wilayah Nagrek, Bandung, Jawa Barat.

Ketika ditahan di Denpom XIII/Merdeka
banyak beredar foto Kolonel Inf Priyanto di dalam sel tahanan Polisi Militer Kodam XIII/Merdeka.

"Kini yang bersangkutan masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan mulanya di Pomdam XIII/Merdeka untuk ungkap terang perkara
tersebut,," ucap Danpomdam XIII/Merdeka, Kolonel CPM. R Tri Cahyo, MH
Sabtu, (25/12/2021).
..Menurutnya, rencana penanganan proses perkaranya akan dilakukan oleh, Pomdam III/Siliwangi.

Mengingat pasca perkara kejadian berada di Nagrek persisnya wilayah hukum Kodam III Siliwang.

"Rencana Penyelidikan dan penyidikan setelah dilakukan, awal oleh, Pomdam XIII/Merdeka, kemudian Kolonel Inf. Priyanto akan diboyong ke Jakarta, guna melaksanakan proses hukum di Pomdam III/ Siliwangi," ujar Danpomdam.(shaf/zie)

Barrier Gate