Modus Surat Tilang Oknum Polisi PK Terkait Pemerasan Terhadap Korban Nur Widia, Akhirnya Ditetapkan Tersangka

Modus Surat Tilang Oknum Polisi PK Terkait Pemerasan Terhadap Korban Nur Widia, Akhirnya Ditetapkan Tersangka
Modus Surat Tilang Oknum Polisi PK Terkait Pemerasan Terhadap Korban Nur Widia, Akhirnya Ditetapkan Tersangka • red

Selecta News, Medan- Dengan modus surat tilang, ada oknum anggota polisi yang nekad bertindak diluar koridor hukum, terkait dengan tindak pidana pemerasan dan atau percobaan pemerasan yang seakan-akan melanggar lalulintas kenderaan sepeda motor terhadap korbannya, Nur Widia (pr) agama Islam, Mahasiswa Politikes USU Medan, warga Jalan Pancing, Kec. Medan Deli, Kota Medan.

Saat kejadian di Jalan DR Mansyur, persisnya, dekat Masjid Istiqomah pada Kamis, 11 Nov, 2021, sekira pukul 15.00 Wib (sore), demikian penjelasan pihak Polrestabes Medan, dalam pemaparan kronologis modus surat tilang yang disampaikan melalui Konferensi Pers, Persoalan tindak pidana tersangka oknum anggota Polri berinisial PK-pria (37).

(Kesatuan SPKT, Bagian Jaga Tahanan Polsek Delitua), warga Jalan Cendrawasih, Kecamatan Medan Polonia, beserta barang bukti berupa 1(satu) potong Celana Dinas PDL Sus Polri warna coklat, 1(satu) potong baju Dinas Polri yang tidak dibarengi pangkat, 1(satu), potong rompi hijau, 1(satu) pasang sepatu dinas Polri, 1(satu), buah masker berlogo Polri, dan 1(satu) Unit sepeda motor Yamaha N-mex Nomor Polisi BK 2381 AJL, serta uang tunai Rp 100.000,-pecahan Rp 50.000 (lima puluh ribu rupiah).

Acara konferensi pers dipimpin oleh, Waka Polrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji didampingi PS Kasat Reskrim Kompol Dr Muhamad Firdaus, S.IK, MH, dan Kanit Tipidsus Satres kriminal, AKP Arrya Nusa Hindrawan, S.IK
menjelaskan, tersangka PK saat melakukan modusnya tersangka dengan memakai baju dinas Polri dan baju rompi Polri langsung memepet korban dan. langsung meminta SIM dan STNK kenderaan korbannya.

Kemudian Nur Widia menunjukkan STNK, karena tidak memiliki surat izin mengemudi
(SIM-red).

"Setelah itu tersangka PK memegang.STNK Nur Widia/korban, dan SIM tidak punya. Lalu, tersangka meminta uang senilai Rp 200 ribu, agar tidak ditahan sepeda motor. milik korban," ucap Irsan Sinuhaji. Sabtu, 13 Nov 2021,sore.

Karena korban rasa takut, sambung Irsan,

akhirnya terjadilah negosiasi dan ketika itu korban hanya memiliki uang sebesar Rp.100 ribu, dua lembar pecahan Rp. 50 ribu. "Pada saat korban mau menyerahkan uang, ada masyarakat yang melihat sambil berteriak mengatakan "jangan kasih uangnya itu polisi gadungan".

Sehingga uang terjatuh lalu secara tiba-tiba masyarakat berkerumun dan langsung mengeliling korban dan tersangka"ungkap Irsan.

Lalu, AKBP Irsan Sinuhaji nambahkan,
dalam perdebatan itu ada salah seorang anggota kepolisian yang mengaku dari kesatuan Brimob, langsung membawa tersangka ke pos Security/Satpam dekat Masjid Istiqomah untuk diamankan.Dan tak berapa lama datang dari Polsek Sunggal lalu membawa korban dan tersangka ke. Mapolsek Sunggal.

"Dengan kejadian itu, tersangka akhirnya dipersangkakan pasal. 368 jo 53 KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 (sembilan) tahun penjara. (shaf/zie-red)

Barrier Gate