Aksi Perampok Kedua Toko Emas di Pasar Simpang Limun Bawa Kabur Emas 7 Kg. Sedangkan Petugas Jukir Coba Halangi di TembaK

Aksi Perampok Kedua Toko Emas di Pasar Simpang Limun Bawa Kabur Emas 7 Kg. Sedangkan Petugas Jukir Coba Halangi di TembaK
Aksi Perampok Kedua Toko Emas di Pasar Simpang Limun Bawa Kabur Emas 7 Kg. Sedangkan Petugas Jukir Coba Halangi di TembaK • sn/red

Selecta News, Medan- Adegan aksi pelaku perampokan yang terjadi pada dua toko emas dikawasan pasar simpang limun Jalan SM Raja.Medan, Kamis, 26 Agustus 2021, sore.

Aksi perampokan toko emas itu, pelaku menggunakan senjata api (senpi) laras pendek dan senjata tajam (sajam) selain menyetroni serta mengeluarkan nada mengancam jangan bergerak dan diam ditempat.

Setelah itu pelaku mengambil barang berharga berupa di toko emas milik Masrul sebanyak 5 Kilogram. Kemudian pelaku menjarah toko emas Permata milik Aulia Chan sebanyak 2 Kilogram.

Dengan kejadian itu polisi masih lakukan
olah TKP (tempat kejadian perkara), selain polisi ambil beberapa keterangan saksi yang melihat dan mengetahui peristiwanya.

Bawa Kabur Emas 7 Kg. Sedangkan Petugas Jukir Coba Halangi di TembaK

Aneh juga di masa pandemi masih ada yang brutal di siang bolong melakukan aksi perampokan menggunakan senpi laras pendek dan sajam dengan aksi menggondol emas dari kedua toko itu di Area pasar simpang limun.

Dengan kejadian itu sang perampok berhasil. Walaupun mereka saat ini jadi buronan Polrestabes Medan bersama Tim khusus Ditreskrimum Polda Sumut.

Dengan kejadian seperti ini semua pihak aparat hukum, harus menjadi catatan. Karena kita sedang memikirkan penyebaran Covid 19,
saat itu pula ada aksi perampok.

Tanggapan beberapa pakar hukum, menurut mereka kejadian ini bisa saja dilakukan oleh kelompok terorisme.

Dengan begini perlu waspada dan jangan lengah terhadap teroris perlu diamati. Karena aksi pelaku perampok pakai senjata api dan tidak main-main terhadap kelompok tersebut.

Dari keluarga korban bernama, Sri Rezeki (38) yang tulus dan setia menjaga suaminya yang terbaring di rumah sakit mengatakan, saya kebingungan dengan biaya ini.

Karena saya pembantu rumah tangga sebagai tukang cuci pakaian dari mana uang saya dek, hingga puluhan juta rupiah.

Katanya lagi untuk makan kami saja sudah sulit mencari uang. Apalagi suami petugas parkir, sedangkan saya tukang cuci. Mana ada uang kami sebanyak itu, dek, ungkap Sri, dengan nada sedih berlinang air mata.

Alhamdulillah, harapan kami nantinya ada orang dermawan dengan tulus dan rendah hati dapat membantu kami dalam derita ini.

"Tadi aku dipanggil petugas medis dan mereka bilang, mau operasi dan juga foto (rontgen) tentang luka suamiku. Katanya biaya foto Rp 2,5 juta. Semakin kalut aku dan membingungkan dari mana pula kucari uangnya, ujarnya.

Aksi perampok bawa emas dari toko emas milik Masrul F dan Aulia Chan di Pasar Simpang Limun/ jalan M. Nawi Harahap, Medan dilakukan empat orang perampok pakai topi dan Masker serta gunakan senjata api berhasil bawa kabur barang emas sebanyak 7 kilogram.

Tindaklanjut aksi rampok ini kita masih menunggu proses penyidikan kepolisian dan waktu dekat semua pelaku perampok akan tertangkap dan ciri-cirinya sudah diketahui. (shafwan/zie).

Barrier Gate

Berita Terkait