Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Menetapkan Tiga Jaksa Menangani Perkara Penembakan Jurnalis Marsal

Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Menetapkan Tiga Jaksa Menangani Perkara Penembakan Jurnalis Marsal
Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Menetapkan Tiga Jaksa Menangani Perkara Penembakan Jurnalis Marsal • sn/red

Sumut, Selecta News-Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) telah menetapkan tiga Jaksa Penuntut Umum dalam menangani perkara tindak pidana pembunuhan terhadap seorang Jurnalis media online LasserNewsToday. com, pada Sabtu, 18 Juni 2021, lalu.

Terkait pembunuhan itu melibatkan seorang pengusaha Discotik Perari Cafe Bar and Resto juga bursa calon Walikota Pematang Siantar, bernama, Sujito dengan kepercayaan pengelola/Humas Discotik Ferari Cefe Bar and Resto yang bernama Yudi. Lalu seorang anggota TNI Praka Awaludin Siagian juga sebagai pengawas usaha discotik, selanjutnya sebagai eksekutor atau Algojo pembunuh bayaran suruhan Sujito dan Yudi.

Untuk kelanjutan hukum para tersangka yang menghabisi nyawa Marsal, mari kita tunggu persidangan mereka yang digelar di Pengadilan Negeri Siantar nantinya.

Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejatisu, Sugeng Riyanta mengatakan pihak Kejati menunjuk tiga personel Jaksa, setelah menerima Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidik (SPDP) dua dari tiga tersangka penembakan tersebut.

Jaksa Menangani Perkara Penembakan Jurnalis Marsal

"Sambung Sugeng, bahwa SPDP itu telah diterima sepekan yang lalu dari penyidik Polda Sumut. Karena itu pihak Kejaksaan menunggu berkas perkara dilimpahkan untuk diteliti,Sebagaimana diketahui dalam konferensi pers di Mapolres Pematang Siantar, pada bulan Juni lalu, Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Panca Putra bersama Pangdam I/BB, Mayjen TNI Hassanudin menegaskan, hanya tiga tersangka perkara pembunuhan wartawan pemilik media online atau daring lasserNews Today.com Kab. Simalungun Sumatera Utara.

Ketiga tersangka bernama Sujito (57), Yudi (31), warga kota Pematang Siantar dan Awaludin Siagian (34) anggota TNI selaku eksekutor penembakan tersebut.

Perkara ini bermula, ucap Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra dari penetapan tersangka Sujito sebab sakit hati atas pemberitaan di media korban terkait peredaran narkoba di tempat hiburan malam miliknya, lalu menyuruh orang lain untuk memberikan pelajaran terhadap korban.

"Sebenarnya sasaran tembakan pada paha kiri bagian atas tubuh korban, ternyata meleset dan mengenai pembuluh arteri, sehingga menyebabkan terjadi pendarahan luar biasa tak dapat tertolong lagi, karena kehabisan darah dan akhirnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit", ungkap Panca.

Sanbung Kapolda Sumut, korban diduga
memberitakan tempat usaha tersangka Sujito, karena tidak memenuhi permintaan jatah sebesar Rp 12 juta per-bulan atau dua butir pil ekstasi per-hari yang harganya diperkirakan
Rp 200.000,- per butir.

Dalam kasus ini kepolisian menyjta barang bukti satu pucuk pistol dengan enam butir peluru sktif dan sebelumnya sempat ditanam salah seorang tersangka di areal pemakaman untuk menghilangkan bsrang bukti, satu senjata air sofgun, mobil korban, satu unit sepeda motor dan parang.

Dari uji balistik peluru yang mengenai

paha kiri korban sama dengan proyektil yang ditemukan polisi serta pistol yang digunakan menembak korban.

Atas pengungkapan itu, sambung Kapolda,
berkat kerjasama Polda Sumut dengan Kodam I/BB, sehingga penyidikan dan juga melakukan pemeriksaan berjalan lancar terhadap 57 saksi.mata dan petunjuk lsinnya.

Ketiga tersangka dijerat pasal 340 sub 338 yo 55 dan 56 KUHPidana, dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati.(shaf/zie)

Barrier Gate

Berita Terkait