Kepolisian Medan Berhasil Gagalkan 40 Kg, Sabu Jaringan Internasional

Kepolisian Medan Berhasil Gagalkan 40 Kg, Sabu Jaringan Internasional
Kepolisian Medan Berhasil Gagalkan 40 Kg, Sabu Jaringan Internasional • sn/red

Medan, Selecta News- Kota Medan adalah cucuran air mata para pejuang'45 tangguh dalam mempertaruh jiwa dan raga dalam membela NKRI harga mati. "Selain itu kota Medan merupakan kota super Metropolitan, sudah tercantum dan terdata kelahiran para pejuang dan seniman, seperti, "Gedung Juang '45 dan Taman Budaya Sum. Utara. Namun, saat ini apa yang kita banggakan itu jauh berubah menjadi zaman Na'0 luar biasa perubahannya dengan aslinya mencapai
99,9 persen.

Dari sini mulai sang bandar narkotika sabu mulai tergiur dan ingin menguasai tempat discotik, hotel dan tempat wisata agar memudahkan cara bertransaksi narkoba, dengan menggunakan kurir sebagai pengedar dengan imbalan ratusan juta rupiah per satu orang upahnya. Lain lagi cukong/bandarnya lebih besar 10X lipat.

Sangat disayangkan kenapa sejauh ini tidak terlikirkan para orang tua, guru pengajar/pendidik maupun para Ulama tidak pernah memikir cara apa untuk menangkal para generasi muda supaya menyadari bahaya narkoba.

Sebenarnya peran serta kita semua tidak terlepas bertanggung jawab masalah peredaran narkoba, sebagian hancurkan anak bangsa. Yang perlu kita soalkan semua orang bilang NKRI, harga mati, buktinya mana dia.

Yang jelas Kepolisian Negara Republik Indonesia yang ada ditengah- tengah kita dengan gencar- gencarnya membasmi maupun menangkap peredaran Narkoba, terbukti belum lama ini Ditres Narkoba Polrestabes Medan, berhasil meringkus dan mengagalkan peredaran narkoba Sabu seberat 40 Kg.

Hal seperti itu tidak perlu lagi kita pikirkan, karena sudah ada yang menanganinya. Namun, yang terpenting Polri harus tegas, jangan bisa ditawar-tawar segera bertindak dan terarah serta habisi sampai ke akar rumput.

Walaupun dikabarkan bandar Narkoba sudah merajalela dan menguasai anak bangsa zaman Na'0.

Untuk kita harapkan pada Kapolri, supaya sikat saja jangan diberi peluang kehadiran narkoba, kita yakin dan percaya Polisi RI tidak takut dengan hayalan dan perasaan dia (bandar) sudah di cap jempol si bandar narkotika.

Dari informasi telah diterima dan berkembang bahwa mereka sudah menguasai seluruhnya, dan kini digenggamnya putra putri bangsa kita Dan mungkin itu baru perasaan tauke/bos bandar narkoba.

Disisi lain juga dianggap bandar narkotika daerah kota Medan adalah pusat lintas peredaran jaringan internasional narkoba.

Tapi Polri begitupun tidak gentar dan tidak merasa takut bila berhadapan dengan bandar dan cokong narkoba serta pengedarnya. Untuk jelas kita ikuti dulu paparan dari Kepala kepolisian Reserse Kota Besar (Kapolrestabes), Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, "bahwa
petugas kepolisian setelah menerima laporan, adaya transaksi narkoba langsung bergerak menuju sasaran lokasi dan meringkus para tersangka berinisial MH yang membawa sabu-sabu seberat 40 Kilogram diperoleh dari Aceh ke Medan.

Saat itu sabu-sabu disembunyikan dalam ban serap yang sudah dimodifikasi rupanya, sehingga tak mengira itu tempat simpanan narkoba, "paparannya

"Pengungkapan kasus ini, menurutnya,

jaringan internsional dari penangkapan tersangka MJ dan IS pada 10 April 2021, lalu, ditangkap di daerah Padang Sidempuan dengan barang bukti seberat 3 Kg, sabu-sabu yang siap edar.

Diakui, barang narkoba ini berasal dari lintas Malaysia, Aceh dan Medan, lalu
ditangkap Satres Polrestabes Medan, dan teriring 4 kurir berikut 40 Kg sabu.

Pelacakan dilakukan secara tim, petugas Satresnarkoba Polrestabes Medan dibantu Ditresnarkoba Polda Sumut, saat pengembangan dan berhasil menangkap
tersangka ES di kota Medan, pada Senen 19 April 2021, lalu.

Para tersangka lewat diinterogasi dalam hal pengembangan ketiga tersangka mengarah persoalan kepada Tersangka MH dj Jalan Medan Binjai pada Rabu 28 April 2021, lalu.

Atas keterangan tersangka MH dan mengaku sudah empat kali antarkan sabu-sabu dari Aceh ke kota Medan.

"Pengakuan baru empat kali, pertama
antar 17 Kg,lalu 20 Kg, 15 Kg, dan terakhir saat ini seberat 40 Kg," jelasnya.

Perbuatan para tersangka dijerat pasal 114 Undang Undang Nomor. 35 Tahun 2009, tentang Narkotika. L(shaf/zie)

Barrier Gate

Berita Terkait