Aset TMII Senilai Rp 20 Trilliun, Tidak Pernah Serahkan Pendapatan ke Kas Negara

Aset TMII Senilai Rp 20 Trilliun, Tidak Pernah Serahkan Pendapatan ke Kas Negara
Aset TMII Senilai Rp 20 Trilliun, Tidak Pernah Serahkan Pendapatan ke Kas Negara • sn/red

Selecta News, Jakarta-Aset negara Taman Mini Indonesia Indah (TMII) senilai 20 triliun rupiah diambil alih pemerintah daril tangan Yayasan Harapan Kita yang awalnya waktu itu dikelola samasa rezim pemerintahan orde baru Soeharto beserta keluarga Cendana.

Pengambil alih itu, berdasarkan Peratutan Pemerintah Nomor:19 Tahun 2021 tentang, TMII, dengan mengganti pengelola TMII tersebut untuk mengoptimalkan aset negara itu.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang dikelola Yayasan Harapan kita oleh Ketua Siti Hardiyanti Rukmana atau disebut, Mbak Tutut Soeharto. Selama 44 tahun itu, pengelola tidak pernah menyetorkan pendapatan ke Kas negara.

"Benar (TMII sama sekali tak pernah menyetorkan pendapatan pada pemerintah)," ujar Sekretaris Menteri Sekretariat Negara Setya Utama, dalam obrolannya kepafa awak media, pada Kamis, 8 April 2021.

Masalah tersebut, pemerintah telah berkomunikasi dengan pihak pengelola TMII. Karena pemerintah berharap pengelola dapat segera menyerahkan pengelolaan TMII.

Sebagai informasi, pengelolaan TMII nantinya akan ada pergantian oleh pemerintah. Selama 3 bulan, sebelum nanti ditunjuk pengelola baru, pengelolaan masih dilakukan oleh Yayasan Harapan Kita dan dibentuk tim transisi.

Persoalan ini pemerintah hanya mendorong optimalisasi TMII sebagai pusat pengembangan budaya dan sarana edukasi berstandar
Internasional. TMII juga akan dijadikan sebagai pusat inovasi.

"Optimalisasi aset kontribusi ke negara
salah satunya, yang penting lainnya dapat
dimanfaatkan oleh masyarakat dari segala kalangan," terang Setya.

TMII mendapat penilaian aser negara yang strategis.Dengan lahan.mencapai 146,7 hektare (ha), di wilayah Jakarta itu diyakini akan dapat memberi tambahan pemasukan kepada negara.

Lalu dijelaskan Pratikno, pemerintah sebelumnya sudah melakukan pengambillahan tata kelola aset, antara lain di kawasan Gelora Bung Karno dan kawasan Kemayoran, dia bilang dengan awak media.(shaf / leo.s)

Iklan Center 970x90

Berita Terkait