Pemerintah Akan Percepat Bangunan Jalan Tol Trans Sumatra, Harapan Wakil Ketua DPD RI

Pemerintah Akan Percepat Bangunan Jalan Tol Trans Sumatra, Harapan Wakil Ketua DPD RI
Pemerintah Akan Percepat Bangunan Jalan Tol Trans Sumatra, Harapan Wakil Ketua DPD RI • sn/red

Selecta News, Jakarta- Dorong pemerintah sebagai percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), melalui skema penyertaan modal negara (PMN), kepada BUMN karya terkait, demikian ungkapan tertulis, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI), Sultan B. Najamudin, Jumat, (19/02/2021).

"Karena sebagai infrastruktur strategis JTTS harus diberikan perhatian lebih utama untuk mendukung pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid 19 (virus Corona) saat ini," papar Sultan.

Saat ini skema pembiayaan infrastruktur, katanya, berbasis PMN dinilai lebih efektif dan efisien, selain akan secara langsung memberikan dampak ekonomi yang signifikan di daerah sekitar pembangunan JTTS, suntikan PMN dengan maksimalkan belanja pemerintah tahun ini.

"Sehingga harapan JTTS yg menghubung
puluhan daerah yang sepanjang pulau Sumatra itu, jelas bisa berkontribusi dalam memperbaiki angka pertumbuhan ekonomi nasional, karena mekanisme distribusi barang dan jasa akan berjalan lebih efisien dengan kehadiran Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), urainya itu.

Dia sangat optimis, dan Sultan, katakan bahwa nantinya akan terbentang kantong-
kantong ekonomi baru sepanjang jalur barat Sumatra.

Pernah diberitakan sebelumnya bahwa salah satu BUMN karya, PT Hutama Karya sendiri saat ini mendapat penugasan membangun Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), Dengan penugasan tersebut, Humala Karya mendapat dukungan pemerintah, seperti penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN), penambahan aset tidak berwujud dan investasi tol, hingga meningkatnya hak konsesi jalan tol selaras dengan meningkatnya jaminan pemerintah kepada perusahaan.

"Pada Tahun 2021ini, Hutama Karya akan menerima tambahan PMN sebesar Rp 6 2 triliun yang telah dianggarkan oleh pemerinrah dalam RAPBN 2021, selain juga perusahaan saat ini akan mengajukan tambahan PMN sebesar Rp 19 triliun kepada pemerintah," paparnya.(leo.s / shaf)

Iklan Center 970x90

Berita Terkait