Aktivis Pemuda Langkat Babak Belur Dihajar OTK Suruhan, Mengadu ke Polda Sumut

Aktivis Pemuda Langkat Babak Belur Dihajar OTK Suruhan, Mengadu ke Polda Sumut
Aktivis Pemuda Langka Babak Belur Dihajar OTK Suruhan, Mengadu ke Polda Sumur Didampingi Kuasa Hukum • sn/red

Selecta News, Sumut- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut masih melakukan penyelidikan terkait laporan polisi Nomor. STTLP/347/11/2021/ SUMUT/SPKT 'I'.kasus tindak pidana psl 351 yang dialami Ahmad Zulfahmi Fikri selaku Ketua Aliansi Pemuda Langkat (ASPAl).

Dirreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, ketika dihubungi lewat
WhatsApp (WA), Selasa, (16/02/2021),
mengatakan, "LP baru masuk tertera tanggal (15/02/2021).

Kombes Tatan mengakui dan membenarkan adanya LP tersebut, tapi dia tidak bisa memberi penjelasan lebih mendetail karena masih dalam penyelidikan LP tersebut. Selanjutnya Direktur Tatan Dirsan Atmaja, dengan cetusnya diucapnya sementara keterangan lain belum ada ketika kembali ditanya.

Untuk menjadi catatan korban penganiayaan
dari warga Desa Besilam Babussalam,

Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten
Langkat dan sebagai mahasiswa di UINSU
dan aktivis Kabupaten Langkat.

Polda Sumut setelah menerima LP Ahmad Zulfahmi Fikri yang diduga dianiaya oleh Orang Tak Kenal (OTK) persis di jalan Sudirman, Kuala Bingai, Kabupaten Stabat, Sum. Utara.

"Pengakuan korban bahwa dia dipukuli, Kepala dan badannya dipijak, berakibat luka
dibagian tubuh,dikaki, dipinggang, dilengan dan di punggung belakang juga mengalami luka lembam.

Saat dirinya dipijak- pijak dengan cara membabi buta itu, sempat berteriak, jelas korban, meminta ampun, e.e.e... malah pelaku secara tegas katakan jangan kau ikut campur masalah Bupati Langkat, begitu keangkuhan dan.Over aktingnya dia (pelaku), ungkapnya.

Korban didampingi kuasa hukum Muhammad Iqbal Zikri dan rekan dari Aliansi Pumuda Langkat (ASPAL) yang datang ke Aparat Hukum Kepolisian Sumut untuk meminta pihak Polri khususnya Polda Sumut agar segera bertibdak dan mengusut kejadian penganiayaan dan pengeroyokan yang sudah menjurus pembunuhan tersebut, supaya dapat ditindak dan jangan dibiarkan ala premanisme berkuasa di negeri ibu pertiwi lalu, diduga siapa Aktor Intelektual dibalik kejadian, sehingga peran aparat kepolisian sangat diharapkan dengan tidak pandang bulu dalam bertindak.

Kuasa hukum korban angkat bicara
bahwa kleinnya bukan hanya kasus penganiayaan saja, namun sudah mengarah pembunuhan oleh kedua pelaku yang tak dikenal itu.

"Peristiwa ini ada dugaan upaya dari otoritas untuk membungkem atsu tutup mulut aktivis sebagai corong demokrasi dan kontrol

sosial itu harus sebisa mungkin membongkar adanya tangan-tangan kotor di pemerintah kabupaten tersebut.

Klein kami kata Iqbal, saat itu diterima audensinya oleh Bupsti Langkat Terbit Rencana Perangin- angin. Dalam pertemuan tersebut, membahas masalah sejuta lubang sebagai sarana dan prasarana jalan di Kab. Langkat.

"Sekali lagi harapan kami, tambah Iqbal, Polda Sumut dapat dengan cepat menuntaskan dan menindak lanjuti kasus ini dan segera mengungkapnya aktor atau dalang yang menggunakan tangan OTK suruhan.

Terungkapnya kasus ini, akan menjauhi tindakan brutal dan tidak terulang kasus seperti ini, yang seolah-olah preman berkuasa dan kuat. Timbul lagi pertanyaan publik di mana polisi.? tuturnya.(shaf / zie)

Iklan Center 970x90

Berita Terkait