Apresiasi Gubsu, Keberadaan Pos Pemeriksaan Covid 19 di Bandara Kualanamu

Apresiasi Gubsu, Keberadaan Pos Pemeriksaan Covid 19 di Bandara Kualanamu
Apresiasi Gubsu, Keberadaan Pos Pemeriksaan Covid 19 di Bandara Kualanamu • sn/red

Selecta News, Sumut- Gubernur Sum.Utara, Edy Rahmayadi apresiasi keberadaan Pos Pemeriksaan Covid 19 dari PT Angkasa Pura II kerjassma Dinas Kesehatan Sumut, yang berada dilingkungan Bandara Internasional Kualanamu saat kunjungan orang nomor satu Sumut itu Senen, (1/2/2021). Namun demikian, kata dia perlu ada tim terpadu yang melibatkan berbagai pihak terkait.

"Kegiatan tersebut, saya apresiasi dan tempatnya cukup strategis terutama segi keamanan," ucap Gubsu saat singgah di
Pos Pemeriksaan Covid 19 lewat rapit test antigen dan PCR seusai pesawat Leanding di Bandara Kualanamu.

Gubernur katakan dengan keberadaan pos masih perlu perhatian serius agar pola kerja sesama pihak. Mengingat saat ini pemeriksaan di lokasi masih sepenuhnya dibebankan kepada calon penumpang yang akan berangkat dari Bandara Kualanamu Deli Serdang. Sum.Utara.

Untuk itu, "saya dalam masalah ini minta maaf kepada rakyat, karena harus mengeluarkan biaya. Tetapi ini kan demi kepentingan kesehatan kita semua," terangnya.

Dia menambahkan adanya seperti ini, katanya akan menjaga kesehatan rakyat. Dan menurutnya cukup baik ditambah jika ada tim kesehatan terpadu turut dilibatkan keamanan serta pendukung lainnya. "Jadi kalau ada sesuatu langsung dapat ditangani," katanya.

Menyikapi persoalan biaya saat ini memang ditekan sedemikian rupa dari pemerintah. Namun, dijelasnya langkah ini tidak dalam rangka mencari untung, tetapi guna menyelesaikan soal kita.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sum.Ufara, Alwi Mujahit menyebutkan, bahwa dari pos rapid antigen itu, para calon penumpang dapatkan hasil test dalam 10 menit. Sehingga setelah diperiksa warga menerima surat itu saat pembayaran.

"Rapid antigen selama 10 menit selesai dengan tarlfnya sekitar Rp 150 ribu. Kalau untuk PCRbsekitar 5 jam baru keluar hasilnya," sebut Alwi Mujahit.

Maksud Gubernur, tim terpadu, dijelas Alwi bagaimana di lokasi tersebut agar dipersiapkan pihak yang bisa menangani masalah yang lebjh khusus. Mengingat potensi persoalan bisa setiap saat hadir. Sehingga semua soal dapat ditangani secara cepat.

Sebagaimana diberitakan yang mana pihak Bandara Kualanamu, sebelumnya mewajibkan calon penumpang mengikuti rapid test antigen. Begitu pula disebut Hunas Angkasa Pura II Kualanamu, Mulya Rahman bahwa langkah ini, katanya sudah diberlakukan sejak 18 Desember 2021, lalu dalam menghadapi masa liburan Nstal dan Tahun Baru 2021, demikian penjelasan pejabat terkait.(shaf / zie)

Iklan Center 970x90