Tercatat 4.800 WNA Miliki Izin Tinggal di Tangerang. Bila buat Masalah lapor melalui Aplikasi SIPOA

Tercatat  4.800 WNA Miliki Izin Tinggal di Tangerang. Bila buat Masalah lapor melalui Aplikasi SIPOA
Tercatat 4.800 WNA Miliki Izin Tinggal di Tangerang. Bila buat Masalah lapor melalui Aplikasi SIPOA • sn/red

Selecta News Jakarta- Wilayah Tangerang Raya dijadikan tempat izin pemukiman bagi 4.800 warga negara asing (WNA), jumlsh orang asing itu didapat berdasarkan data sepanjang bulan Januari ini. Dari jumlah itu, membuat Tangerang menjadi wilagah Prov.Banten paling banyak dihuni warga asing.

"Diperoleh data kota Tangerang ada kurang lebih 4.800 atau 5.000 WNA ini juga menjadi yang terbanyak pada Provinsi Banten," kata Kepala Kantor Imigrasi Klas 1 Non TPI Tangerang Sengky.

Warga negara asing yang jumlahnya cukup tinggi itu, dalam wilayah Tangerang membuat instansi terkait seperti, Kantor Imigrasi melakukan pengawasan ketat agar tindak pelanggaran yang dilakukan oleh WNA
dapat diminimalisir.

Selain itu, masyarakat juga diajak untuk bekerja sama dalam melapor pelanggaran yang dilakukan WNA.

"Sekarang kita ada pusat pelayanan pelanggaran dibuka selama 24 jam, guna memudah masyarakat melaporkan secara real time dan akan ditindaklanjuti oleh petugas", sebut Sengky.

Tangerang. Bila buat Masalah lapor melalui Aplikasi SIPOA

Masyarakat ada merasa terganggu dengan aktivitas WNA kini bisa langsung melapor kejadian itu, melalui aplikasi SIPOA (Sistem Pengawasan Orang Asing), yang disediakan oleh Kantor Imigrasi Tangerang. Aplikasi ini memungkinkan mssyarakat untuk melaporkan tindak pelanggaran tanpa datang ke Kantor Imigrasi.

Karena masyarakat sudah bisa langsung lapor lewat Aplikasi SIPOA ini, nanti oleh petugas akan segera ditangani, karena petugas kami berjaga 24 jam," lanjutnya.

Sengky memastikan bahwa sistem yang baru ini juga bisa mencegah masyarakat membuat laporan palsu, sehingga laporan yang diterims benar- benar asli.

Petugas juga akan langsung menindak pelanggaran tersebut, setelah menerima laporan dari masyarakat.

"laporan ini yang bersifst real time, begitu ada laporan yang masuk petugas segera meninda. Ada tim Pengawas Orang Asing yang langsung bergerak ke lokasi laporan,"ujarnya.

Sistem informasi ini lebih mudah dapat diakses secara mobile ini selain diharapkan untuk melakukan pengawasan dan mempercepat akses informasi tentang orang asing.(leo. S /shaf )

Iklan Center 970x90