Presiden RI Jokowi Lantik Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Gantikan Jenderal Idham Azis

Presiden RI Jokowi Lantik Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Gantikan Jenderal Idham Azis
Presiden RI Jokowi Lantik Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Gantikan Jenderal Idham Azis • sn/red

Selecta News, Jakarta- Presiden RI, Ir. Joko Widodo saat usai melantik langsung menyematkan pangkat bintang empat kepada Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si resmi menjadi Kapolri saat digelar di
Istana Negara, Rabu (27/01/2021) pagi.

Kenaikan pangkat satu tingkat kepada Jenderal Polisi Drs Listyo Sigjt Prabowo yang berdasarkan Keppres 7 Polri Tahun 2021, tentang kenaikan pangkat dalam Golongan Perwira Tinggi Polri.

Dalam pelaksanaan pelantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, kelihatan tenang mengikuti secara cermat dalam mengangkat Sumpah Jabatan sesuai agama yang dianutnya mengikuti prosesi pelantikan yang dibacakan Presiden Jokowi.

Pelantikan Kapolri didasarkan Keppres Nomor 5 Polri Tahun 2021, tentang pengangkatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Sebagaimana diketahui Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi calon tunggal Kapolri yg diusulkan Presiden Jokowi kepada DPR RI, kemudian dilakukan fit and proper test atau kepatutan dan kelayakan. Dengan demikian, seluruh anggota Fraksi di DPR RI telah menyetujui dan mengesahkan usulan Presiden Jokowi itu.

Ketika menjalani fit and proper test di DPR
RI, Listyo Sigit Prabowo memaparkan visinya
untuk mewujudkan Polri yang presisi (prediktif, responbilitas.transparansi dan keadilan).

Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo adalah
Perwira Tinggi Polri yang lahif pada 5 Mei
1969, atau berusia 51 tahun.

Kemudian berbagai jabatan strategis di Korps Bhayangkara pernah didukinya, seperti Kabareskrim, Kadiv Propam, Kapolda Banten, Ajudan Presiden RI Ir Joko Widodo dan Kapolresta Solo. Perwira yang malang melintang di dunia reserse merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991.

Perwira yang satu ini pernah menangani sejumlah kasus besar, antara lain penangkapan buronan Maria Lumowa merupakan tersangka kasus pembobolan Bank BNI sejumlah Rp 1,7 triliun. Selain juga Jenderal ini juga pernah meringkus buronan Djoko Tjandra beserta kasus
kasus lainnya.(leo.s / shaf)

Iklan Center 970x90