Laporan Sedang Proses di Kepolisian Pemalsuan Proposal dan Tanda Tangan Ketua Umum PP DMI

Laporan Sedang  Proses di Kepolisian Pemalsuan Proposal dan Tanda Tangan Ketua Umum PP DMI
Laporan Sedang Proses di Kepolisian Pemalsuan Proposal dan Tanda Tangan Ketua Umum PP DMI • sn/red

Selecta News, Jakarta- Mencatut nama Dewan Masjid Indonesia (DMI), hal itu sudah menjurus kasus penipuan yang mengajukan program bantuan sosial di Kementerian, hal itu mulai bergulir pada penyidik Polda Metro Jaya akan segera melakukan klarifikasi terhadap pelapor.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus juga mengatakan, penyidik dalam waktu dekat mulai melakukan klarifikasi terhadap pelapor dari DMI.

"Untuk klarifikasi baru kita jadwalkan secepatnya, kata Kombes Yusri, Minggu
27 Des.2020.

Klarifikasi dilakukan, kata Kombes Yusri, guna mencari unsur pidana dan juga pelaku sebagai yang melakukan aksi diduga penipuan itu.

Berdasarkan laporan Dewan Masjid Indonesia (DMI), bernomor polisi : LP/7552/XII/YAN.2 5/ 2020/SPKT. PMJ, Tertanggal 21 Des. 2020..Di mana Polisi minta pelapor membawa semua alat bukti dalam kasus tersebut, "Nanti penyidik akan segera melakukan klarifikasi dengan bukti yang ada," tegasnya.

Direktur Program DMI, Munawar Fuad, sebelumnya menyebutkan, orang tak dikenal membuat Proposal dengan mengatasnamakan Dewan Masjid Indonesia untuk menjalin kerjasama dengan Menteri Sosial dalam hal penyaluran bantuan Sembako dan perlengkapan medis.

"Salah satu isi butir proposal, jelasnya diketuai oleh Direktur Program DMI, Munawar Fuad Noeh dibawah kepanitiaan yang ditentukan oleh PP DMI khusus bantuan paket Sembako bernilai hampir Rp 90 miliar, Sisanya diberikan dalam bentuk bantuan medis berupa masker, hand sanitizer, hingga penyemprotan atau alat semprot," katanya

Orang tak dikenal itu, sebut Yusri dalam aksinya memalsukan tanda tangan Ketua Umum PP DMI, Yusuf Kalla dan Direktur Program DMI Munawar Fuad. Dengan demikian, PP
DMI langsung mengklarifikasi setelah mendapatkan pemberitahuan dari pihak Kemensos.

"Akhirnya kami yakin hal itu setelah diketahui langsung ada pemalsuan, hingga akhirnya dilaporkan kasus itu kepada kepolisian," tukasnya.(shaf/leo.s)

Iklan Center 970x90

Berita Terkait