Pengedar Uang Palsu Bilangan Seratus Ribu Rupiah, Bersama Tersangka dan Sejumlah Peralatan Cetak Disita

Pengedar Uang Palsu Bilangan Seratus Ribu Rupiah, Bersama Tersangka dan Sejumlah Peralatan Cetak Disita
Pengedar Uang Palsu Bilangan Seratus Ribu Rupiah, Bersama Tersangka dan Sejumlah Peralatan Cetak Disita • sn/red

Selecta News, Medan- Peredaran uang palsu (Upal) di kota Medan, berhasil dirangkap Tim Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Patumbak.Kemudian dengan terungkapnya uang palsu tersebut, berawal dari informasi masyarakat, demikian ungkapan dalam temu pers di Mapolsek Medan Patumbak, Selasa kemarin.

Kapolsek Medan Patumbak, Kompol Arfin Fachreza, SiK didampingi Kanit Reskrim Iptu Philip Antonio Purba, SH kepada awak media menjelaskan, peredaran upal itu terungkap saat pelaku berinisial BH alias Boby (34) warga Jalan Delitua, Gang Sei Deli, Kel.Suka Makmur, Kec. Delutua Kab.

Deli Serdang, Sum. Utara, niat pelaku akan membelanjakan uang tersebut di jalan Garu VI, Kel. Harjosari I,Kec Medan Amplas, Rabu,25/11 lalu..

Saat diinterogasi pelaku BH jelasnya ingin membeli Handphone merk Vivo Type Y17 kepada seorang pria yang belum diketahui identitasnya melalui Aplikasi OLX seharga Rp 1,750.000,- (satu juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah.

"Kemudian pelaku BH menawarnya seharga Rp 1700.000,- (satu juta tujuh ratus ribu rupiah. Akhirnya,, mereka berdua sepakat bertemu di jalan Garu VI Gang Merbuk Medan Amplas. Setelah menerima uang dari tersangka, lalu korban merasa curiga dan kemudian memanggil
temannya untuk memeriksa uang tersebut," Arfin Fachreza kepada awak media.

saat diinterogasi, tambah Fachreza, ternyata uang itu palsu, sehingga korban dan temannya lalu mengamankan tersangka BH, berikut 19 lembar uang palsu bilangan seratus ribu.

Petugas polri yang menerima laporan korban kemudian mengamankan tersangka ke Mapolsek Patumbak.

"Esok harinya kita kembangkan kasus penyidikannya hingga ke rumah tersangka dan berhasil amankan kembali 17 lembar uang palsu bilangan seratus ribu rupiah," ungkapnya.

Kapolsek Arfin Fachreza mengatakan
selain 26 lembar uang palsu bilangan seratus ribu rupiah juga barang bukti lainnya, berupa 1(satu) Unit Mesin Printer merk Canon type MG2570 S, 1(satu) buah penggaris besi, 1(satu) pisau cutter, 5(lima) buah suntik printer dengan tinta beragam warna, serta 1(satu) rim kertas ukuran A-4, 5 (lima) botol kecil tinta beragam warna dan 1(satu) Cartridge Canon.

"Tersangka dijerat pasal 26 ayat (1) ayat (2) ayat dan ayat (3) Jo pasal 36 ayat (1) ayat (2) dan ayat (3) UU RI No. 7 tahun 2011, tentang mata uang dengan pidana hukuman paling lama 15 Tahun penjara atau denda paling banyak Rp 50.000.000.000," tegasnya.

Tersangka ketika diinterogasi, ssmbung Arfin Fachreza, mengaku sebagai buruh tower tersebut menuturkan dirinya masih tahap belajar
mencetak uang palsu dari konten youtube.

Selain pelaku juga mengakui melakukan
pemalsuan uang sebagai alat transaksi
untuk mendongkrak perekonomian dirinya.
"Saya belajar dari youtube dan saya ingin menggunakan uang palsu itu untuk kebutuhan hidup sehari-hari, aku Boby, katanya.(shaf/zie)

Iklan Center 970x90