Menteri Erick Thohir ingatkan Rakyat Indonesia, Adanya Vaksin Covid 19, Namun Tak Abaikan Prokes

Menteri Erick Thohir ingatkan Rakyat Indonesia, Adanya Vaksin Covid 19, Namun Tak Abaikan Prokes
Menteri Erick Thohir ingatkan Rakyat Indonesia, Adanya Vaksin Covid 19, Namun Tak Abaikan Prokes • sn/red

Selecta News, Medan- Rakyat bangga punya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti, Erick Thohir, yang pembawaannya kalem, dan murah tersenyum bahkan berani bertindak tegas.

Selain sifatnya tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh siapapun selain pemikirannya jauh kedepan, sehingga dia selalu melahirkan progran dan rancangan yang matang, itulah dia jati dirinya cukup dikenal dan dihargai.

Jadi sudah tepat Kabinet Kerja yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) orang yang sebagai Menteri adalah semuanya pilihan.

Menyambung soal Pandemi Covid 19, yang membantai manusia, bahkan memporak poranda ekonomi kita bahkan di dunia saat ini sungguh membawa penderitaan.

Dengan situasi seperti ini, banyak pula yang mengambil keuntungan. Seperti membasmi virus Corona dengan berbagai cara. Sehingga Menteti BUMN Erick Thohir harus angkat bicara dengan mengingatkan rakyat Indonesia, Vaksin tak hilangkan Covid 19. Karena tak mungkin serta merta penduduk dapat abaikan protokol kesehatan (Prokes).

Prediksi perkiraan Erick, Vaksin hanya akan membentuk kekebalan tubuh dan itupun dalam jangka enam bulan hingga dua tahun. Setelahnya masih diperlukan untuk melakukan vaksinasi lanjutan.

Dengan demikian, untuk memastikan kesuksesan vaksinasi tersebut, kita harus membutuhkan dari dukungan masyarakat untuk tetap perhatikan Protokol kesehatan.

"Sebagai catatan dengan vaksin, prokes harus tetap dijalankan karena kita tau vaksin cuma bisa 6 (enam) bulan sampai 2 tahun.

Jadi kemungkinan akan diberi vaksin lagi. Jadi untuk menyukseskan program kesehatan
harus ada dukungan masyarakat tak bisa kita jalan sendiri," kata Erick, dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Selasa kemarin.

Vaksin itu halal untuk digunakan oleh masysrakat, sambung Erick, karena dijamin oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai Lembaga yang memberikan sertifikat halal untuk produk yang didistribusikan di-
Indonesia.

Vaksin juga diproduksikan PT Bio
Farma (persero) yang memiliki track record
dalam memproduksi vaksin-vaksin yang halal.

Dalam hal ini, pemerintah sangat peduli dan selalu mendorong pembuatan vaksin Merah putih yang ditargetkan untuk bisa didistribusikan di dalam negeri pada 2022 mendatang, sedangkan proses uji Klinis 1., 2 dan 3 diharapkan bisa mulai dilakukan tahun depan.(shaf/zie)

Iklan Center 970x90