Ditemui di Prapatan Lampu Merah DKI Jakarta, Anak Pengamen Menguras Rezeki Gunakan Alat Peraga Ondel Ondel

Selecta News, Jakarta- Ditemui di prapatan-
prapatan Traffic Light (lampu merah) atau di
tempat keramaian massa DKI Jakarta maupun di daerah pinggiran Jakarta, lainnya, di pemukiman warga di Wilayah Bogor,Tangerang, Bekasi dan Depok, dan dikabarkan juga sudah meluas sampai Wilayah Ibukota Provinsi di Sumatra dihebohkan persoalan sosial baru, muncul anak sebagai manusia intens di saat penyebaran wabah pandemi Covid 19.

Munculnya hal ini secara masif anak pengamen mencari rezeki disebabkan timbulnya sisial baru disaat sulitnya ekonomi ditengah wabah pandemi Covid 19, sehingga mereka mencari rezeki menggunakan alat peraga ondel-ondel Betawi, sehingga kini dihebohkan dengan bermacam ragam kriminalisasi dan hadir persepsi negatif terhadap mereka.

Padahal kerja mrreka tulus murni dengan nama Yang Maha Pencipta dan tidak bertentangan dengan tindak pidana hukum ditengah masyarakat.

Dengan begitu pula, angkat bicara Ketua l Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait dengan menegaskan, "dia minta hentikan pendekatan kriminalisasi untuk mengatasi anak sebagai manusia intens atau silver dan ondel-ondel," pintanya.

Mereka semua terorganir merupakan bentuk eksploitasi terhadap anak.

Selain penelusuran Tim Advokasi dan Litigasi Komnas Pelindungan Anak diperoleh informasi ratusan bahkan ribuan anak dieksploitasi secara sistimatis dan terorganisir.

Arist menambahkan langkah Pemerintah DKI Jakarta untuk mengatasi anak yang
tereksploitasi sebagai manusia silver dan pengamen ondel- ondel yang gunakan

pendekatan rajiah dan Kriminalisasi lalu mengirimkan ke panti- panti sosial adalah tidak tepat dan tidak wajar juga bukan menyelesaikan masalah, malah sudah melanggar HAM.

"Karena tindakan Pemprov DKI menggunakan Satpol PP, sambung Sirait sungguh tindakan luar biasa, bahkam melanggar hak azasi menusia.

Mengingat keberadaan anak yang dieksploitasi itu yang mengarah tindak pidana maka pendekatan kriminalisasi.dan sesungguhnya harus diberlakukan kepada si pengeksploitasi bukan kepada korban.

Sehingga pelaku atau si pemberi kerja dapat dikenakan sanksi pidana," tegas Arist Komnas PA, Arits sebagai kembaga Independen yang pemberi pembelaan, pelindung anak Indonesia, demi kepentingan terbaik anak ( the best interest of fhe child) dengan ini meminta Pemprov DKI Jakarta untuk menghentikan pendekatan kriminal dan kekerasan untuk. mengatasi dan menangani anak korban eksploitasi sebagai manusia silver dan ondel-ondel.

Menurut Ketum Komnas PA Arist, untuk. menindak praktek eksploitasi
anak model baru itu, Arist mendesak Dinas Sosial dan Kasatpol PP di masing-masing daerah untuk bertindak dan melakukan penghentian kepada pemberi kerja.

Karena konsekuensi hukum dengan UU.RI No. 35 Tahun 2015, tentang Perlindungan Anak dan UU.RI No. 23 Tahun 2013, tentang Ketenagakerjaan dan Konvensi ILO No. 98 dapat terancam pidana, tegas Ketum Komnas PA, Arist.(shaf/red)

Iklan Center 970x90