Terbongkarnya Kasus 'Bola' Sabu 402 Kilogram di Sukabumi

Terbongkarnya Kasus 'Bola' Sabu 402 Kilogram di Sukabumi
Terbongkarnya Kasus 'Bola' Sabu 402 Kilogram di Sukabumi • dn

Selecta News-Satgasus 'Merah Putih' i menggerebek sebuah rumah di kawasan elit Kabupaten Sukabumi. Ratusan kilogram sabu disita dari penggerebekan tersebut.

Temuan tersebut merupakan pengembangan dari pengungkapan terakhir di Banten, pada 22 Mei lalu.

"Pengembangan terakhir pada 22 Mei lalu di wilayah Banten, saat itu kota mendapatkan sebanyak 821 kilogram sabu.

Alhamdulillah, kemarin sore anggota kita dari Satgasus Bareskrim di bawah pimpinan pak Ferdi Sambo (Kasatgasus Merah Putih) dan tim berhasil mendapatkan sabu-sabu seberat 402 kilogram," kata Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo, Kamis (4/6/2020).

Menurut Listyo, aksi pembuntutan yang dilakukan Satgasus cukup memakan waktu karena transaksi yang dilakukan komplotan tersebut melewati kawasan perairan internasional dan transaksi dilakukan ship to ship.

"Transaksi ship to ship, dari kapal di pelabuhan internasional dipindahkan menggunakan kapal nelayan masuk ke jalur pantai. Kita dapati dan buntuti, mereka masuk di jalur di Palabuhanratu, Sukabumi," lanjutnya.

Dia mengungkapkan, total barang bukti yang disita itu sebanyak 341 bungkus sabu dengan berat mencapai 402 kilogram. Bungkusan itu mirip bola.

"Total apabila kita rupiahkan dengan nilai pasar yang ada, kurang lebih sekitar Rp 1 miliar per kilogram, totalnya Rp 480 miliar," kata Listyo.

Efek ketika sabu-sabu itu berhasil disebar dua bulan ke depan, menurut Listyo, akan berdampak kepada jutaan jiwa generasi muda.

"Dari rangkaian penangkapan dan kita hitung dari efek apabila ini sampai tersebar di masyarakat, kita asumsikan kalau satu kilogram dipakai empat ribu orang.

Maka bila dikalikan 402, berarti kita menyelamatkan 1.608.000 jiwa generasi yang kita selamatkan," tutur Listyo.

Ratusan bungkusan 'bola' sabu itu masuk Sukabumi via jalur laut. Sindikat narkoba ini berlabuh di Palabuhanratu.

Selain barang bukti, polisi menangkap enam pelaku. Mereka terdiri 3 orang Anak Buah Kapal (ABK), 1 kapten kapal dan dua orang lainnya yang menyiapkan perjalanan darat serta rumah sewaan.(sn/dn)

Iklan Center 970x90

Berita Terkait