Pembunuhan Hakim PN Medan, Tersangka Terancam Hukuman Mati

Pembunuhan Hakim PN Medan, Tersangka Terancam Hukuman Mati
Pembunuhan Hakim PN Medan, Tersangka Terancam Hukuman Mati • sn/red

Selecta News- Pembunuhan terencana rapi Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin, SH, MH, 55 Warga Perumahan Royal.

Monaco Blox B No. 22 Kelurahan Gedong Johor,

Medan Johor kota Medan. Mereka Zuraida Hanum 41 adalah isteri Jamaluddin (korban), M. Jefri Pratama 42, warga.

Jalam Selam No. 64 Kelurahan Tegalsari Mandala, Medan Denai, dan M. Reza Fahlevi 29,
Warga Jalan Stella Raya No.131 Lk.X Kelurahan Simpang Selayang Medan Tuntungan kota
Medan.

Peran ketiga pelaku pembunuhan terhadap Jamaluddin membuang jazad berikut barang bukti dengan begitu penyidik kewalahan untuk menetapkan para tersangka.

Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Martuani Sormin Siregar mengatakan, penyidik kesulitan karena
para tersangka gunakan alat bukti yang tidak biasa.

"Persoalan yang dihadapi penyidik masalah dukungan alat bukti sehingga penyidik
kesulitan mendudukan dan merekonstruksian kasus tersebut," ucapnya. Rabu 8 Januari 2020.

Namun, Martuani Sormin Seregar menolak
merinci alat komunikasi yang digunakan para tersangka ke publik, hanya saja penyidik sudah menyita 13 barang bukti yang berkaitan dengan kematian korban.

"jelasnya, tiga tersangka akan dijerat pasal pembunuhan berencana Pasal 340 subs pasal 338 Junto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana, pasal 340 dengan ancaman hukuman mati
atau penjara seumur hidup.

Saat ini polisi sudah mengantongi bukti pembunuhan Jamaluddin sambung Martuani, yang sudah disepakati bersama Zuraida Hanum, M.

Jefri Pratama disalah salah satu Coffee Town Ringroad di Medan, Senin 25 November 2019 lalu. Selain itu, penyidik sudah mendapat informasi tambahan labfor dan Direktorat Cyber Crime Mabes Polri sehingga memudahkan untuk menyimpulkan kasus pembunuhan Hakim PN Medsn itu.

Memang para tersangka berencana melakukan pembunuhan secara matang. Salah satu indikasinya dengan membeli sejumlah peralatan seperti, telepon seluler, sarung tangan, pakaian dan sepatu digunakan untuk menghabisi nyawa korban Jamaluddin Motif pembunuhan
karena sakit hati dari cinta segitiga, Jefri Pratama dibantu saudaranya Reza Fahlevi untuk menghabisi pria tersebut atas suruhan selingkuhannya Zuraida Hanum isteri korban.

Mereka sudah sepakat membuang jenazah dikawasan areal kebun sawit di Kutalimbaru, Deli Serdang, Jumat 29 November 2019 silam.
Kejadian itu mobil ringsek karena menghantam pohon sawit Ambagnya terbuka.

Jazad korban telah diautopsi di Rumah sakit Bhayangkara Medan, Jumat 29 November 2019,.kemudian jazad korban dimakamkan di Nagari Raya, Aceh Sabtu, 30 November 2019.(shaf/zie)

Iklan Center 970x90

Berita Terkait