Pemangkasan Birokrasi dan Desain Organisasi yang Profesional

Pemangkasan Birokrasi dan Desain Organisasi yang Profesional
Pemangkasan Birokrasi dan Desain Organisasi yang Profesional • sn/dn

Jakarta, Selecta News- Presiden Jokowi saat dilantik untuk kedua kalinya menegaskan dalam pidato perdananya akan menyederhanakan birokrasi hanya menjadi dua level saja. "Eselonisasi harus disederhanakan.

Eselon I, Eselon II, Eselon III, Eselon IV apa tidak kebanyakan? Saya minta untuk disederhanakan menjadi dua level saja, diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian, menghargai kompetensi.

Saya juga minta kepada para menteri, para pejabat dan birokrat, agar serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan," ujar Jokowi.

Hal yang menarik dari yang ditegaskan Presiden adalah mengganti jenjang level Eselon III dan IV menjadi jabatan fungsional yang memiliki atau menghargai keahlian dan kompetensi.

Thomas M. Nichols, Professor di US Naval War College dalam buku terbarunya The Death of Expertise mendefinisikan keahlian harus memenuhi kriteria pengakuan yang diperoleh dari kombinasi pendidikan, bakat, pengalaman, dan afirmasi dari komunitas kepakarannya. Sehingga expert atau pakar didefinisikan sebagai orang yang punya keahlian di bidang tertentu dan yang telah teruji.

Bak gayung bersambut, sebenarnya pasca lahirnya UU No.5/2014 tentang ASN sudah tidak dikenal lagi istilah eselonisasi dalam birokrasi di Indonesia.

Pasal 13 UU dimaksud menjelaskan, hanya ada 3 jenis jabatan dalam ASN yakni Jabatan Administrasi (JA), Jabatan Fungsional (JF), dan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT). Ketiga jenis jabatan dalam ASN tersebut memiliki perannya masing-masing di dalam birokrasi.(sn/dn/red)

Iklan Center 970x90

Berita Terkait