100 Hari Kerja Idham Azis Diminta Prioritaskan Kasus Novel Baswedan

100 Hari Kerja Idham Azis Diminta Prioritaskan Kasus Novel Baswedan
100 Hari Kerja Idham Azis Diminta Prioritaskan Kasus Novel Baswedan • jp

Selecta News- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Kabareskrim Komjen Idham Azis sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian yang dilantik sebagai Menteri Dalam Negeri dalam Kabinet Indonesia Maju. Idham pun kini tengah menjalani fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan oleh Komisi III DPR.

Wadah Pegawai (WP) Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) berharap, jika lolos, Idham bisa menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan dalam 100 hari kerja.

Terlebih jenderal bintang tiga itu merupakan penanggung jawab tim teknis Polri. Sebuah tim yang dibentuk untuk mengusut kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK itu.

“Kami harapkan pengungkapan kasus Bang Novel, baik itu pelaku langsung ataupun yang menyiram, dalang-dalang itu segera diungkap dan jadi prioritas dalam misalnya 100 hari kepemimpinannya beliau,” kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo kepada wartawan, Rabu (30/10).

WP KPK juga mengingatkan soal masa kerja tim teknis yang habis Kamis (31/10) besok. Padahal, kata Yudi, perintah Presiden Jokowi untuk tim teknis mengusut kasus Novel hanya sampai 18 Oktober.

WP KPK pun berpikir positif. Yudi mengatakan, mungkin saja pasca 18 Oktober terdapat peristiwa-peristiwa besar seperti pelantikan presiden-wapres, penyusunan kabinet, pembentukan alat kelengkapan dewan DPR, termasuk pemilihan Kapolri baru.

“19 Oktober sudah lewat, tentu saja pengungkapan kasus penyiraman air keras agak tertunda. Padahal kasus Bang Novel mendapat sorotan publik, bukan hanya di Indonesia tetapi juga dunia internasional,” ucap Yudi.

Sebagai informasi, pada 18 Juli 2019, Presiden Jokowi menginstruksikan Polri untuk bisa mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Jokowi memberi waktu selama tiga bulan untuk mengungkap kasus itu, setelah Satgas Novel bentukan Kapolri tak membuahkan hasil.

Polri kemudian membentuk tim teknis yang berjumlah 120 orang, diketuai oleh Brigjen Pol Nico Afinta, yang saat ini menjabat sebagai Dirtipidum Bareskrim Polri. Kabareskrim Komjen Pol Idham Azis menjadi penanggung jawab tim ini.

Tepat jatuh tempo tiga bulan sejak dimulai tanggal keluarnya instruksi Jokowi, yakni Jumat 18 Oktober 2019. Artinya, sudah tiga bulan berlalu bagi tim teknis kasus Novel bekerja dan seharusnya polisi bisa mengungkap pelaku penyiraman.

Namun demikian, hingga saat ini pihak kepolisian belum juga membeberkan hasil investigasinya. Apalagi, mengungkap dalang pelaku penyiraman tersebut.(sn/jp)

Iklan Center 970x90

Berita Terkait