Ini Penyebab Air PAM di Tytyan Kencana Bekasi Berwarna dan Bau

Ini Penyebab Air PAM di Tytyan Kencana Bekasi Berwarna dan Bau
Ini Penyebab Air PAM di Tytyan Kencana Bekasi Berwarna dan Bau • ndc

Selecta News,Bekasi-Air PAM di Perumahan Tytyan Kencana, Bekasi Utara, Kota Bekasi, sempat berwarna hitam dan berbau. PDAM Tirta Patriot selaku pengelola menyebut kondisi air yang kotor dan berbau itu karena ada limbah dari Bogor.

"Kondisi kemarin, limbah datang tidak diduga dan limbah itu tidak bisa diuraikan. Dari hari Jumat (10/8) sampai Minggu (12/8) limbah menghitam pekat, airnya tidak bisa diolah.

Kalau kita sebut itu siaga satu, karena yang kita olah itu air baku bukan air limbah," ujar Kasubag Humas PDAM Tirta Patriot, Uci Indrawijaya, di kantornya, Jl Perjuangan No 99, Harapan Baru, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Rabu (15/8/2018).

Uci menjelaskan kondisi itu terjadi selama 4 hari. Tidak diketahui sumber air limbah dari mana, tapi Uci menyebut limbah tersebut berasal dari Bogor. Air PAM Bekasi sendiri bersumber dari Kali Cikeas, Bogor.

"Hilirnya itu dari Cilengsi dan Cikeas, di sana lagi (musim) hujan, sehingga dorongan air (dari Bogor) menggulung, sedimen-sedimen yang terendap berbulan-bulan kedorong semua sampai Kali Bekasi. Kamis sore sudah mulai menghitam," imbuhnya.

Uci menyebut limbah itu sangat berbahaya. "Sangat berbahaya, B3, kalau hitam itu masih mendinglah, kalau bau itu berbahaya. Normalnya (PDAM) ngolah 450 liter per detik, kita saat itu 200 liter per detik, karena sumber air baku bermasalah," terangnya.

Karena itu, pengolahan air bersih di Tirta Patriot disetop sejak Minggu (12/8) pukul 07.00-17.30 WIB. Karena itu, pelayanan ke perumahan penduduk pun dihentikan untuk menghindari tercemarnya air PAM.

Namun Uci memastikan kotornya air yang mengalir ke perumahan warga bukan dari limbah tersebut. Air kotor di perumahan warga disebabkan adanya pembersihan dari pipa-pipa yang semula kosong saat penyaluran air disetop.

"(Saat produksi air disetop), pipa kosong, tendangannya (air saat produksi kembali) kan bisa 3,8-4,2 bar. Kalau pipa kosong kan berlumut, ada keraknya. Kalau ditendang 4,2 bar ya langsung kekocoksemua (lumut dan kerak di dalam pipa, red), sehingga sebagian warga (airnya) keruh," tuturnya.

"Ibaratnya air jernih dituang ke 3 gelas yang berbeda pastikan ada kerak-keraknya. Nah kan air yang masuk ke jaringan pipa itu air yang bersih, kenapa kotor? Karena pipanya kotor," sambungnya.

Ia menambahkan titik wash out (WO) ada di setiap jaringan. "WO itu diameternya besar, jadi air yang udah disembur melewati pipa kan akan kotor lagi (karena tercampur lumut dan kerak), makanya dibuang dulu lewat WO nunggu 1 jam baru keliatan bersih," tambahnya.

Sejak dialirkan kembali, air di perumahan warga sempat berwarna dan berbau. Hingga Rabu (15/8) pagi tadi, keruh air semakin berkurang.(ndc/sn)

Iklan Center 970x90