21 Tahun Berlalu Ini 4 Fakta di Balik Sadisnya Tragedi Trisakti 12 Mei 1998 hingga Penembak Misterius

21 Tahun Berlalu Ini 4 Fakta di Balik Sadisnya Tragedi Trisakti 12 Mei 1998 hingga Penembak Misterius
21 Tahun Berlalu Ini 4 Fakta di Balik Sadisnya Tragedi Trisakti 12 Mei 1998 hingga Penembak Misterius • TribunNews

Selecta News-Tepat hari ini (12/5/2019) diperingati 21 tahun tragedi Trisakti.

Mengenang kembali 21 tahun berlalunya momen Tragedi Trisakti pada tanggal 12 Mei 1998 silam.

Berawal saat mahasiswa melakukan demonstrasi menentang pemerintahan orde baru, Soeharto.

Berubah menjadi peristiwa mencekam dan berdarah akibat penembakan yang dilakukan oleh aparat keamanan.

mengutip dari Wikipedia, bermula ketika ekonomi Indonesia mulai goyah pada awal 1998.

Hal ini terpengaruh oleh krisis finansial Asia sepanjang 1997-1999.

Mahasiswa pun melakukan aksi demonstrasi besar-besaran ke Gedung Nusantara, termasuk mahasiswa Universitas Trisakti.

Mereka melakukan aksi damai dari kampus Trisakti menuju Gedung Nusantara pada pukul 12.30.

Namun aksi mereka dihambat oleh blokade dari Polri dan militer. Dalam keadaan tersebut mahasiswa mencoba bernegosiasi dengan pihak Polri.

Akhirnya, pada pukul 17.15, para mahasiswa bergerak mundur, diikuti bergerak majunya aparat keamanan.

Aparat keamanan pun mulai menembakkan peluru ke arah mahasiswa hingga korban pun berjatuhan dan dilarikan ke Rumah Sakit Sumber Waras.

Inilah fakta-fakta di Balik Tragedi Trisakti 12 Mei 1998.

1. Empat Mahasiswa Meninggal

See detail

Keluarga besar kampus beserta kerabat korban melakukan tabur bunga saat Peringatan 18 Tahun Tragedi 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta, Kamis (12/5/2016). Kegiatan tersebut untuk mengenang kembali empat mahasiswa Universitas Trisakti yang meninggal karena tertembak saat melakukan aksi memperjuangkan reformasi pada Mei 1998.

Akibat penembakan tersebut, empat mahasiswa dinyatakan meninggal dunia.

Mereka adalah Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie.

Keempat mahasiswa ini dikabarkan terkena peluru tajam di tempat-tempat vital seperti kepala, tenggorokan, dan dada.

Meskipun pihak aparat keamanan membantah telah menggunakan peluru tajam, hasil otopsi menunjukkan kematian disebabkan peluru tajam.

2. Empat Mahasiwa Korban Penembakan sebagai Pahlawan Reformasi

See detail

Museum Tragedi 12 Mei Trisakti.

Meski harus meninggal dunia dengan mengalami penembakan, empat mahasiswa ini tetap dikenang sebagai pahlawan reformasi.

Tanpa adanya keberanian para pahlawan reformasi, mungkin Tanah Air tak akan bisa berada di titik seperti ini.

Penghargaan teruntuk Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie diwujudkan dengan pemajangan foto keempatnya di museum Universitas Trisakti.

3. Penembak Masih Misterius

Tragedi Trisakti yang disertai dengan penembakan ini sempat mendapat sorotan dari Komnas HAM.

Komnas HAM yang menyelidiki kasus-kasus tragedi 1998 seperti Tragedi Trisakti ini menyatakan bahwa peristiwa tersebut sebagai pelanggaran HAM.

Berkas perkara pun telah diserahkan ke Kejaksaan Agung, namun rupanya kasus tersebut tak kunjung disidangkan.

4. Monumen Trisakti

Sebagai bentuk peringatan terhadap Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 ini didirikanlah sebuah monumen peringatan.

Monumen Tragedi 12 Mei 1998 ini didirikan di Universitas Trisakti, mengingat empat korban merupakan mahasiswa Universitas Trisakti.

Dan kini, sudah 21 tahun kasus Tragedi Trisakti berlalu.

Namun hingga saat ini belum juga terkuak pelaku penembakan mahasiswa dan yang menjadi dalang terjadinya tragedi Mei 1998.(tsc/sn)

Iklan Center 970x90